Langsung ke konten utama

Pengecatan Permukaan Logam Menggunakan Cat Semprot

Cara Mengecat Permukaan Logam Menggunakan Cat Semprot

sumber : google.com
Beberapa furniture rumah warnanya mulai terlihat pudar karena paparan sinar dan usia. Melakukan pengecatan ulang adalah pilihan yang tepat untuk memperbarui warna furniture dan juga menghemat biaya, daripada harus membeli furniture baru. Untuk furniture kayu, kita bisa melapisinya kembali dengan cat pelapis kayu yang sudah banyak dijual di pasaran. Sedangkan untuk furniture yang terbuat dari logam atau besi, selain menggunakan cat besi, kita juga bisa mengecatnya kembali menggunakan cat semprot.

Penggunaan cat semprot pada permukaan logam, bisa menghasilkan warna yang halus dan merata. Kelebihan lainnya adalah sifatnya yang cepat kering akan mempercepat pekerjaan. Berikut tahap-tahap yang harus kita lakukan dalam proses pengecatan logam menggunakan cat semprot.
  1. Siapkan terlebih dulu peralatan yang diperlukan seperti sarung tangan, masker, kacamata pelindung, amplas, sikat kawat dan peralatan laiinya.
  2. Bersihkan permukaan logam dari debu, minyak dan kotoran yang menempel dengan kain lap lembab, kemudian biarkan sampai kering. Bila ada karat pada permukaan logam, hilangkan karat dengan amplas.
  3. Kerok/kelupas cat lama jika Anda ingin mengelupas cat seluruhnya. Anda bisa menggunakan pengelupas cat yang bisa diaplikasikan pada cat besi/logam. Jangan lupa gunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker.
  4. Jika cat lama sudah terkelupas semua, amplas permukaan logam hinga benar-benar halus dan bersihkan dari sisa amplas.
  5. Karena proses pengecatan menggunakan cat semprot, sebaiknya pekerjaan dilakukan di luar ruangan. Selain sirkulasi udara juga,  pengerjaan di luar ruangan juga akan menghindari barang-barang lain terkena semprotan cat.
  6. Tutup permukaan yang tidak ingin dicat dengan selotip, kain, kardus atau benda lain yang bisa menangkap partikel yang mengambang dari cat.
  7. Gunakan cat primer terlebih dahulu pada permukaan logam. Penggunaan cat primer akan membuat hasil pengecatan lebih halus, merata karena daya lekat cat semprot maksimal. Semprotkan cat primer dengan jarak 15-20 cm dari permukaan logam. Jangan lupa memakai masker saat proses penyemprotan cat. Biarkan lapisan pertama hingga kering, kurang lebih 10 menit. Kemudian semprotkan satu lapis lagi cat primer dan tunggu hingga kering.
  8. Selanjutnya adalah proses pengecatan/finishing. Kocok terlebih dahulu sebelum cat disemprotkan, kurang lebih sekitar 2 menit ( sesuai petunjuk penggunaan produk). Coba terlebih dahulu pada benda lain yang tidak terpakai untuk memastikan nozel nya bekerja dengan lancar.
  9. Semprotkan lapisan pertama dengan jarak 25-30 cm dari permukaan logam, lakukan pengecatan dengan gerakan menyapu dari atas ke bawah atau dari sisi ke sisi. Biarkan lapisan pertama kering kurang lebih 1 jam.
  10. Semprotkan lapisan kedua cat dengan jarak yang sama dan gerakan yang sama, tunggu hingga kering. Untuk hasil maksimal lakukan pengecatan 2-3 lapis.
  11. Haluskan bila ada yng kurang rata. Saat proses pengecatan terkadang ada cat yang menetes atau bercak, Anda bisa memperbaikinya dengan menggunakan kain nonserat bersih saat cat masih basah, atau bisa juga menggunakan kertas amplas dengan grit halus jika permukaan sudah terlanjur kering.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda Cat Dasar dan Plamir

Banyak orang yang masih bingung dan bahkan mengartikan bahwa cat dasar sama dengan plamir. Ada juga yang sering bertanya, sebaiknya pakai cat dasar atau plamir sebelum cat finish. Baik cat dasar maupun plamir memang sama-sama diaplikasikan sebelum cat akhir/finish, namun keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Nah, mari kita simak uraian berikut. Cat Dasar Ada beberapa jenis cat dasar tembok atau cat primer yang beredar di pasaran Indonesia, diantaranya Alkali Resisting Primer ( Undercoat ), Wall Sealer, Waterproofing Sealer & Alkali Killer. Alkali Resisting Primer, cat dasar berbahan emulsi acrylic ini biasa diaplikasikan pada permukaan dinding baru yang sudah kering sempurna. Wall Sealer, berbahan dasar yang sama cat dasar jenis ini diperuntukkan untuk permukaan tembok lama/sudah pernah dicat. Waterproofing Sealer, cat dasar ini bisa diaplikasikan pada permukaan tembok lama maupun baru yang kondisi temboknya lembab. Alkali Killer, berbeda dengan 3 jenis cat dasar seb

Mengenal 6 Macam Material Dinding Rumah

Kelebihan dan Kekurangan Material Dinding Rumah unsplash.com Dalam sebuah hunian, dinding merupakan satu elemen yang sangat penting. Dilihat dari segi struktur dan konstruksi, dinding dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu dinding partisi/pengisi ( tidak menahan beban) dan dinding struktural (bearing wall). Dinding sendiri dapat dibuat dari berbagai macam material sesuai dengan budget, kebutuhan dan peruntukannya. Berikut beberapa macam material yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan/dinding . 1. Batu Bata Merah google.com Batu bata merah adalah material dinding yang paling banyak digunakan oleh sebagian besar orang dalam membangun sebuah rumah. Terbuat dari tanah liat yang dibakar, batu bata merah memiliki daya tahan yang kuat dan harganya pun cukup murah. Kelebihan dari batu bata merah adalah material ini mampu mereduksi panas, tidak terpengaruh terhadap perubahan cuaca ( tahan lama ) dan mudah dalam pemasangannya. Namun kekurangannya dari material ini adalah butuh

Cara Mengatasi Bercak Putih Pada Tembok

Pic : Unsplash Tembok belum lama dicat, tapi sudah muncul bercak-bercak putih, apa penyebabnya? Bercak putih pada tembok yang belum lama dicat disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini ; Pengecatan dilakukan pada saat acian yang masih baru dan belum benar-benar kering ( kadar airnya tinggi) Air yang dipakai untuk campuran air dan acian tembok mengandung alkali yang tinggi Tidak menggunakan cat dasar/alkali resisting primer  Terjadi retakan pada plesteran dan acian, sehingga alkali semen terbawa keluar permukaan cat Kualitas cat yang digunakan rendah Nah, berikut cara mengatasinya : Amplas permukaan tembok hingga porous sehingga air yang terjebak di bawah lapisan cat bisa keluar Aplikasikan lapisan anti bocor/waterproofing 1 atau 2 kali lapis, jika kadar air masih tinggi Tunggu hingga lapisan waterproofing benar-benar kering Selanjutnya, aplikasikan cat finish secara bertahap dan biarkan kering Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya lakukan hal berikut sebelum proses pengecatan : Cek kad